AIKIDO di Internet

September 30, 2010

Sudah pernah naik ke Bulan…?

Filed under: Artikel Aikido — LastSamurai @ 3:10 am

Saya belakangan hari ini berpikir untuk membuka sebuah dojo yang agak berbeda pendekatannya. Saya ingin supaya anggota dojo tersebut mampu berpikir keluar dari kotaknya (out of box thinking). Dengan resource/data/dokumentasi yang saya miliki, ada kemungkinan jika melibatkan orang lain maka hasil yang diperoleh mungkin bisa berbeda. Rata-rata perguruan beladiri di Indonesia berpusat pada satu orang dan dilarang untuk berpikir “keluar dari kotaknya”. Alasannya macam-macam dan khusus.

Dojo yang saya angan-angankan ini berprinsip sama serperti para xxxxxx (belum siap dipublikasikan) yang siap menghadapi “cuaca” yang paling ekstreem sekalipun.

Banyak hal yang bisa dipelajari dari perguruan beladiri di Indonesia, tapi saya melihat baru di Aikido kemampuan untuk memformulasikan itu ada.

Syarat-syarat menjadi anggota:
1. Memliki background pendidikan yg terukur.
2.Memiliki kapasitas menerima informasi dengan baik
3. Memiliki sense of humor yang bagus.
dst..

Benefit jadi anggota
1. Memiliki akses ke resource, libraries dan hasil penelitian
2. Memiliki kartu anggota
3. Mendapatkan fasilitas tertentu

Pertanyaan pertama, sudah pernah naik ke bulan?
Pokok2 prinsip persiapan.
Identifikasi masalah
Tujuan yang ingin dicapai
Aplikasi peralatan yang digunakan,
Pelaksanaan proses
Mencapai bulan, berjalan di permukaan bulan

Agustus 7, 2010

Aikido sebagai media detoksifikasi

Filed under: Artikel Aikido — LastSamurai @ 6:04 am

Ada istilah mensana in corpore sano yg berarti dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Saya membaca kata mutiara ini sebagai berikut:
Bahwa untuk mendapatkan jiwa yang sehat diperlukan tubuh yang sehat pula. Tapi bukan berarti karena tubuh yang sehat otomatis jiwanya sehat pula. Karena orang kurang waras tubuhnya sehat tapi jiwanya sakit. Peribahasa tadi hanya mencoba menggarisbawahi korelasi positif antara tubuh dan jiwa manusia. Di aikido karena basic foundationnya adalah penyelarasan gerak antara gerak tubuh, gerak pikiran dan gerak rohani, menghasilkan bukan sekedar olah raga melainkan olah jiwa pula. O’sensei sering menyebut aikido adalah misogi atau bagian dari misogi. Misogi merupakan ritual pembersihan diri dalam agama shinto. Banyak agama didunia yang mengajarkan tatacara mendekatkan diri pada tuhannya. Tapi semua itu harus dicapai apabila seseorang memiliki mekanisme penyucian diri. Mungkinkah orang bisa dikatakan suci apabila dia cukup hanya dengan jalan beribadah saja. Tentu saja tidak, karena bisa saja terjadi orang yang merasa dirinya suci karena kuat beribadah melakukan perbuatan tercela. Artinya ibadah tersebut tidak diikuti oleh mental state dan mindset yang selaras.
Dengan beraikido orang2 dapat belajar menemukan apakah kondisi pikiran, akhlak jiwa atau tubuhnya dalam kondisi yang seimbang dan bisa dikatakan sudah suci, sehingga dapat berkomunikasi dengan Tuhannya.
Di aikido walaupun seseorang dapat bermeditasi berjam-jam tapi belum berhasil menunjukkan kondisi mental/pikiran yang sempurna dengan melakukan waza secara baik dan benar, belum bisa menunjukkan seseorang itu berada pada kondisi yang diinginkan sehingga dapat berkomunikasi dengan Tuhannya. Dari juduldi atas nya dengan beraikido sesorang dapat men detoksifikasi akal pikiran, akhlak serta badannya, karena gerakan2 aikido memasukkan unsur2 murni di alam serta mendesak keluar kekotoran2 atau racun yg ada dalam pikiran,jiwa dan badan.

Mei 24, 2010

Ciri pelatihan dengan model Aiki

Filed under: Artikel Aikido — LastSamurai @ 4:12 am

Untuk memahami apakah teknik “aiki” dalam Aikido atau Aikijujutsu para peserta seharusnya memahami ciri2 metode berlatih dengan cara spt ini.
Jika tidak memahami metode yang digunakan dan dasar2 tekniknya maka tidak akan dapat ditemukan benang merah model pelatihan dalam aikido atau beraikijujutsu.
Karena sering disebut2 dalam aikido tidak ada rahasia tapi pada kenyataannya banyak teknik dasar yang tidak diajarkan dalam aikido untuk bisa memahami “aiki”.
Jadi sebaiknya untuk peserta harus memahami teknik ini supaya ciri2 dojo yang mengajarkan teknik dengan aiki atau pun tidak dapat dibedakan.

Mei 12, 2010

Aikido, Art of War or Art of peace

Filed under: Artikel Aikido — LastSamurai @ 3:11 am

Pagi ini saya baru menyadari kesalahan saya dalam mempelajari aikido. Mindset saya masih sama ketika kelas 3 SD belajar karate. Bahwa seni beladiri adalah seni untuk melawan atau digunakan utk berperang.

Ternyata apa yang saya pahami selama ini bertolak belakang dengan apa yang coba diajarkan O’Sensei kepada saya. Saya menemukan hambatan dalam latihan untuk naik ke tahap yang lebih tinggi mengenai pemahaman terhadap AIKI. Dengan mencoba berkontemplasi ke diri O’Sensei saya temukan jawabnya bahwa arti dari seni Aikido adalah seni untuk mencapai kedamaian.

Artinya yang paling penting adalah kedamaian dalam diri sendiri…

Dikatakan musuh yang terbesar bagi diri manusia adalah dirinya sendiri. Tidak dijelaskan bagaimana dan kenapa, tapi di Aikido saya menemukan bahwa untuk mencapai teknik Aiki yang sempurna harus dimulai dari suatu kedamaian dalam hati.

Tidak memiliki musuh adalah hal yang sulit dicapai krn setiap manusia memiliki ego, dengan tidak melawan diri sendiri melainkan berdamai di dalam hati akan memancarkan Ki sejati anda.

Tapi alangkah sulitnya melakukan perpindahan dari Art of War ke Art of Peace, karena sejak kecil kita mengasah diri kita dengan kemampuan untuk bersaing dan bertempur. Semangat tempur lebih diutamakan, akan tetapi yang menjadi tujuan sebenarnya adalah mencapai kedamaian itu tadi.

Oleh sebab itu kenapa periode Iwama sering disebut periode kelahiran aikido karena pada periode inilah suatu peristiwa dimana Jepang memasuki perang dunia kedua yang kemudian kalah perang hal ini mengakibatkan perubahan struktur sosial kemasyarakatannya. Di situ aikido lahir bukan sebagai suatu seni pembelaan diri melainkan seni yang menganjurkan jalan damai. Solusi yang mendamaikan bagi diri dan jiwa yang kalah perang.

Hampir sepanjang hidup saya, saya berusaha untuk struglle dan menjadi yang terbaik ternyata hal itu tidak membawa kedamaian melainkan membawa diri manusia pindah dari satu konflik ke konflik lainnya.

Istilah Harmoni dalam aikido adalah suatu solusi dimana harus menimbulkan keseimbangan sebagai solusi dan jalan keluar. Solusi ini memang tidak merupakan suatu yang ideal karena harmoni itu hanya fokus untuk menjaga keseimbangan sosial. Dana hidup di dunia ini memang tidak ada yang ideal melainkan terciptanya suatu hukum keseimbangan antar siklus hidup manusia saja.

Akan tetapi janganlah kita menciptakan suatu harmoni terhadap suatu lagu yang bernada sumbang, yang bertentangan dengan hukum2 kebaikan dan hukum alam. Karena jika suatu harmoni adalah sesuatu yang tidak selaras dengan hukum2 alam akan mengakibatkan ketidak seimbangan itu juga.

Mei 5, 2010

Self Denial dalam beraikido

Filed under: Artikel Aikido — LastSamurai @ 1:36 am

Yang menarik dalam aikido adalah kebanyakan anggota/peserta nya ketika akan dijatuhkan/dibanting atau dilempar melawan gaya tarik gravitasi yang ada. Ada yang berhasil mengelak ada yang tidak, biasanya yang terakhir menimbulkan rasa sakit.

Banyak peserta dalam aikido yang berpikiran bahwa teknik itu harus dilawan untuk mengetahui apakah teknik tersebut efektif atau tidak.

Padahal teknik aikido mengacu pada hukum2 alam berkenaan dengan fisiologi dan gaya gravitasi, alhasil jika ada perlawanan terhadap tekniknya, yang dilawan adalah dirinya sendiri dan hukum2 alam itu tadi. Akibatnya buruk secara mentalitas dan tidak ada perkembangan alias 0, karena anggota tadi tidak bertambah pengetahuannya.

Mei 4, 2010

Menjadi Uke, belajar dengan proses

Filed under: Artikel Aikido — LastSamurai @ 3:29 am

Biasanya menjadi uke di dojo2 aikido, dianggap oleh penontonnya menjadi obyek penderita. Padahal aikido TIDAK BISA dilakukan hanya dengan meniru gerakan Sensei atau pengajarnya saja. Karena kalau bisa akan banyak orang yang belajar hanya dari buku dan video saja bahkan you tube.

Kalau belajar aikido hanya dengan melihat saja yang di dapat hanya keringat dan bentuk saja, “Isi” substansi atau esensi aikido tidak akan diperoleh.

Oleh sebab itu banyak aikidoka yg memahami hal ini akan berebut menjadi uke seorang shihan atau guru, karena hanya dengan cara menjadi uke, seseorang dapat mencuri teknik guru tersebut.

Hal ini harus dipahami dan dimengerti, karena semua perlu proses.

Aikido sebagai seni pertarungan

Filed under: Artikel Aikido — LastSamurai @ 1:55 am

Aikido dalam konteks merujuk ke akarnya dapat digunakan dalam pertarungan yang sesungguhnya. Bahkan sebenarnya awal mula diciptakan adalah dengan konsep combatan. Akan tetapi konsep ini mulai bergeser fungsinya ketika ditemukan suatu formula cara penyelesaian atau jalan keluar menangani suatu konflik yang ekstreem sifatnya.

Oleh sebab itu dalam ber-aikido tidak dianjurkan untuk bertarung karena tidak menghasilkan suatu penyelesaian dan membentuk mentalitas tukang pukul atau tukang tendang.

Sebagi seni tarung aikido digunakan oleh penegak hukum untuk menangkap pelaku kejahatan tanpa mencederai pelaku tersebut yang masih berada pada tahap penyelidikan dan mencoba untuk melawan.

Dalam kitab tertinggi yg diberikan oleh S. Takeda pada muridnya Hisa Takuma, seni menangkap adalah teknik yang tertinggi dibawah seni beladiri untuk wanita.

Jadi dengan melihat sejarah teknik aikido ini merupakan peace keeping method, bukan alat untuk membuat keonaran.

Melihat aikido sbg beladiri tarung harus melihat dari fungsinya dan akar metode pelatihannya ditujukan untuk apa. Awal mulanya beladiri ini digunakan untuk menangkap seseorang yang bersenjata lengkap bahkan dengan baju zirahnya.

Kemudian beladiri ini pada dasarnya digunakan untuk pembelaan di dalam istana di mana semua orang duduk bersimpuh dan tidak diperkenankan membawa senjata ke dalam istana.

Mei 3, 2010

Organisasi Aikido dan Aikido Style

Filed under: Artikel Aikido — LastSamurai @ 2:34 am

Banyak pertanyaan yang berkecamuk ketika orang pertama kali masuk ke dalam organisasi aikido. Ternyata ada banyak bendera yang masing2 mewakili organisasi induk aikido jepang di indonesia. Ada yang Aikikai, Yayasan, Keluarga beladiri, Nishio, Institut, Kobayashi dll.

Hal semacam di atas in nature adalah given. Seperti aliran sungai dari mata air akan mengaliri dan mengairi akan menuju ke tempat yang terendah. Jika hal yang semacam ini dihambat berarti menghambat lajunya arus dan tidak memberi kesempatan kepada yang letaknya lebih rendah utk ikut menikmati kesempatan.

Timbul masalah biasanya dari tempat yang rendah tadi karena keterbatasan informasi, letak geografis, serta kurangnya tukar menukar pengalaman dengan organisasi lain, mulailah terjadi pengkotak-kotakan. Seperti katak di bawah tempurung penyakit dalam diri manusia lebih parah lagi, selalu meneriakkan “kotak” atau ‘tempurungnya” lah tempat yang terbaik.

Ditambah lagi dengan adanya hambatan peraturan dan diperparah oleh kepemimpinan yang semu tidak mengenal tempat dan waktu yang proporsional mengakibatkan disintegrasi dan pengeroposan (korupsi?) secara internal organisasi tersebut.

Pemahaman aikidoka seharusnya dibangun dari pemahaman mendasar yang merupakan rancang bangun struktur aikido, yaitu kihon waza, siapa sumber kihon waza ini jelas adalah o’sensei, itu salah satu alasan sebabnya sebutan Guru Besar.

Sedangkan variasi style ataupun macam pendekatan2 lain adalah berputar revolving di seputar kihon waza itu tadi tidak lebih tidak kurang, karena jika terlepas dari kihon waza tadi maka akan menjadi derivatif.

Dengan pemahaman kihon waza tadi bentuk bisa berubah menjadi apa saja sesuai anatomi masing2 shihan atau lebih sempit lagi menjadi bentuk masing2 orang, O sensei malah membebaskan masing2 orang untuk menyebut masing2 waza sesuai penyebutan masing2 dalam rangka untuk memudahkan pemahaman.

Sialnya, krn keterbatasan yg disebut di atas, terjadilah pemahaman terbalik bahwa aikido yang terbaik itu adalah style saya, bukan yang lain. Atau organisasi saya adalah yang terbaik bukan yang lain.

Hal semcam ini merusak orang itu sendiri bukan merusak organisasi induk karena yang dianut adalah minoritas sedangkan yang mengikuti jalur Kihon Waza adalah yang dianut secara mayoritas. Nah Mainstream Aikido itu adalah yang diturunkan Morihei Ueshiba kepada anak2nya. Yang diwarisi adalah kihon dasar itu tadi yang dapat membentuk beribu-ribu teknik baru.

April 30, 2010

Budaya Pren Makan Pren atau Caplok mencaplok milik teman sendiri

Filed under: Artikel Aikido — LastSamurai @ 8:49 am

Beberapa waktu yang lalu terdengar kabar ada murid satu dojo diambil oleh dojo lain ntah Senseinya yg ambil atau pengurusnya.

Dalam tulisan saya yang terdahulu apabila teori persaingan/pertandingan yang digunakan dalam aikido akan terasa sekali ketika akan mengikuti ujian satu sama lain antara uke dan nage akan menghalang-halangi teknik atau waza tersebut dapat bekerja.

Hal yang sama terjadi dalam organisasi tapi dalam organisasi semacam aikido sebaiknya dihilangkan peluang untuk berkompetisi supaya menghindarkan friksi atau semacam benturan.

Hubungan kekeluargaan harus lebih diutamakan dan antara senior dan junior harus dijaga dan saling harga menghargai.

Oleh sebab itu ciri beladiri aikido adalah tidak ada konsep pertandingan, tukar menukar pukulan karena konsep pertandingan dalam seni beladiri akan mereduksi nilai pertarungan yg sesungguhnya untuk membela harkat dan martabat manusia sg mahkluk mulia.

Sepertinya klise ungkapan yang saya tulis diatas, tapi apakah berani mengaku aikido kalau tidak bisa menerapkannya dalam kehidupan ???

April 18, 2010

antara sensei dan sempai

Filed under: Artikel Aikido — LastSamurai @ 4:30 am

Antara sebutan sensei dan sempai, sebuah sebutan dapat menjadi masalah jika sebagai aikido tidak bisa menempatkan masalah secara proporsional,

Seseorang disebut sensei scr umum apabila menyandang status guru atau pengajar, tp bisa juga seseorang itu sekaligus seorang sempai, yg berarti senior dalam tingkatan atau umurnya berlatih aikido.
Seorang sempai bisa jadi bukan seorang sensei krn belum menyandang status guru
Dalam aikido lbh baik digunakan sebutan yg paling nyaman bagi orang lain alias gunakan lah kemampuan anda sbagai aikidoka utk meraba, mengenal lawan bicara anda apakah dia lbh suka dipanggil sensei atau lainnya.

Laman Berikutnya »

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.