AIKIDO di Internet

Maret 5, 2009

Arti sebuah latihan

Diarsipkan di bawah: Artikel Aikido — LastSamurai @ 2:26 am
Tags:

Berhubung sudah hampir 15 th berlatih sudah waktunya merenung apa makna latihan dan kenapa kok masih latihan gitu loh…..

Tujuan akhir dari sebuah latihan hmm menurut saya tidak berhenti di dojo, karena dojo hanya sebuah laboratorium. Sabuk hanya menunjukkan bahwa kita menguasai materi yang telah diberikan, jangka waktu latihan dan absesnsi serta loyalitas thd suatu dojo. Dojo merupakn sarana tempat berlatih bereksperimen dan berkreasi.

Sejatinya materi pelajaran untuk menguasainya butuh waktu, jika kita berkonsentrasi dan menghabiskan waktu kita berusaha mempelajarinya adalah sia-sia, krn kedalaman dan keluasannya tiada akhir. Ibaratnya menggarami lautan…jadi kita perlu suatu waktu sebagai mileston ya sabuk itu untuk membatasi jangka waktu tertentu masa latihan, mosok bolak balik shih nage ga ada habisnya

So, jangan lihat sabuk saja belum tentu seseorang itu secara intrinsik memahami makna suatu gerakan waza di aikido.

Sedapat mungkin latihan dengan teknik2 yang berbahaya diminimize tingkat cideranya. Biasanya latihan dengan yang lebih senior untuk tahapan2 tingkat yang lebih tinggi.

Berlatih dengan dojo lain pada saat seminar atau gashuku sangat dianjurkan selain menguji waza kita apakah sudah benar atau belum, tapi juga bisa menilai seberapa banyak usia yang kita habiskan untuk berlatih hehehe….

Namanya dojo yang dilatih tentu tahapan2 idealistik yang dibutuhkan untuk menempuh ujian sabuk atau kenaikan tingkat..artinya tidak perlu dong adu kekuatan atau unjuk kebolehan..sebaiknya jika ingin menguji diri sendiri jangan sampai mencelakakan orang lain…ah ikut aikido masih mencari jati diri juga ya…?

Uuntuk anak2 lebih diperhatikan kesiapan mental, kemampuan gerak dan disiplin.

Ah, udah 15tahun berlatih kemana kesabaran itu pergi…..ya? nah ini juga salah satu poin penting karena menguasai diri sendiri butuh waktu seumur hidup, jadi semangat tinggi utk tetap berlatih harus dijaga ibaratnya berenang bukan cuma berenang di sungai atau kolam, ini berenang di lautan atlantik…yang tanpa batas atau tujuan…..???? TANPA TUJUAN ?

Aneh, kok latihan tanpa tujuan, sebenarnya latihan bukan tanpa tujuan tapi tanpa target tertentu, misalnya 2 tahun latihan bisa terbang, kemudian 10 th latihan bisa menghilang dst2nya, krn Aikido mirip2 dengan hidup ada up and downnya…(KI = Hidup), so namanya hidup manusia ada hujan ada panas ada musim yang menggerakan semuanya ini menempa tubuh dan jiwa serta pikiran menajamkan indera serta rasa….intinya PROSES…BUKAN TUJUAN…berproses dalam aikido ibarat adonan kue yang digebuk, digiling dipukul2 diberi tepung agar lunak, mengembang kemudian dipanggan pula…tapi menghasilkan roti yang harum wangi dan sedap untuk dipandang / dimakan.

Jadi kesulitan jangan dianggap satu titik perhentian krn titik perhentian itu hanya kematian itu sendiri, kesulitan hanya menempa diri sendiri agar dapat mencapai tujuan lebih tinggi, kegagalan adalah hal yang bisa karena proses intinya adalah kegagalan krn dari kegagalan akan ditemukan unsur2 kebenaran.

Jadi jika tidak bisa merasakan sakit tidak akan menikmati rasa nyaman…tidak mengenal rasa enak.

 

Jadi, rahasia dari aikido adalah Latihan, latihan latihan….:D

Maret 4, 2009

Aliran aikido

Diarsipkan di bawah: Artikel Aikido — LastSamurai @ 6:27 am
Tags:

Sampai hari ini ALIRAN aikido di Indonesia yang ada di Indonesia baru hanya :

1. Perguruan Indonesia Aikikai, beraliran mainstream Aikikai, yg afiliasi langsung ke Hombu dojo, lain2 yang termasuk aliran aikikai adalah yg bernaung dibawah Yasuo Kobayashi Shihan, Shoji Seki Shihan, Nishio Shihan dan Hiroshi Kato Shihan

2. Aikido Shudokan Indonesia, beraliran Yoshinkan Aikido

3. Aikido murid dari Kobayashi Hirokazu.

Keterangan, semua lembaga/organisasi yg masih berinduk ke Hombu dojo walaupun menggunakan nama lain bukanlah suatu aliran melainkan dojo atau anak cabang dari Shihan2 yg berguru pada O’Sensei.

Manfaat Aikido bagi anak-anak

Diarsipkan di bawah: Artikel Aikido — LastSamurai @ 5:54 am
Tags:

Atas permintaan ibu dari 2 orang anak, saya coba tulis artikel di bawah ini.

Manfaat apa yang bisa dipetik, bagi anak2 berlatih aikido…? atau buat orang tua, kenapa anak saya perlu memilih aikido sebagai olahraga beladiri…?

Seperti pada post saya terdahulu, aikido lebih bersifat internal arts daripada eksternal. Gampangnya yang diolah dalam aikido adalah substansinya daripada luarnya. Di aikido murid2 lebih diatur agar menjadi seseorang mudah bergaul, beretika, gampang bersosialisasi dan lebih penyabar. Hal ini dikarenakan aikido bekerja di ruang absolut world bukan relatif world….wah mungkin seorang ibu akan cape baca penjelasan saya yang memakai bahasa langit kayak gini… :D

Simple to say, di aikido akan dilatih mengatur nafas dan bergerak sesuai pikiran. Penekanan pada non fisik ketimbang fisik. Aikido tidak membutuhkan tenaga ekstra (di dojo saya), yang diperlukan adalah kekuatan mental untuk fokus pada kemampuan diri sendiri…

Sama seperti training2 motivasi yang ada semacam ESQ dll, yang dilatih adalah kekuatan pikiran dan kecerdasan untuk memecahkan persoalan, kemampuan bersosialisasi ditentukan oleh kapabilitas seseorang dalam berinteraksi dengan pasangannya karena aikido dilatih secara berpasangan

Entah kebetulan atau tidak kemarin saya baru melihat latihan beladiri eksternal di sebuah sekolah dimana anak saya akan masuk sebagai murid baru. Dan di sana  saya melihat bagaimana menumbuhkan semangat latihan anak2…jika anak yang ikut dapat memetik pelajaran yang bermanfaat adalah sangat baik baginya akan tetapi jika yang diambil adalah motivasi untuk berkelahi, ambisi untuk mengalahkan atau kemampuan utk mendapat suatu kekuatan adalah akibat yang buruk karena akan membentuk watak seseorang jadi tukang berkelahi.

Sedangkan di aikido konflik ataupun konsep pertandingan diabaikan karena, kemampuan sesorang tidak diukru secara relatif. Dalam latihan pun tidak menggunakan kekerasan otot, kemampuan utk mengalahkan dstnya

Filosofi aikido mengajarkan agar memenangkan suatu pertarungan adalh untuk tidak bertarung sama sekali, supaya tidak kena pukulan adalah tidak masuk ke dalam ring dan adu pukulan atau tukar menukar (jual bli) pukulan…pertanyaan besarnya adalah MENGAPA…? (bnyak yang tidak mengerti filosofi non-resistance aikido ini)

Karena memposisikan diri sebagai org yang akan meninju atau yang ditinju merupakan keputusan yang sangat salah dalam konteks tujuan hidup manusia. Menghilangkan nyawa seseorang dalam rangka mencapai tujuan bukanlah suatu sifat yang manusiawi, sifat seperti ini hanya dimiliki binatang untuk mempertahankan hidupnya…konteksnya disini adalah survival…sedangkan banyak manusia yang lebih lemah menggunakan sisi kebinatangannya untuk menaklukkan orang lain demi memperoleh keuntungan untuk diri sendiri…singkatnya harimau membunuh untuk makan atau jika diserang oleh manusia, tidak pernah terjadi dalam sejarah seekor harimau serta merta membunuh rusa karena sebel atau dendam, hal ini sebaliknya dilakukan oleh manusia terutama mereka2 yang notabene belajar beladiri demi mempertahankan hidupnya…

Nah disinilah letak pencerahannya, aikido merupakan solusi untuk hal tersebut, karena yang ditaklukan adalah niat penyerangnya, apa yang menjadi niat penyerang dilumpuhkan tanpa melukai atau mengambil nyawa orang lain karena di Aikido yang lebih berharga adalah values tentang hidup, alias menjaga kehidupan itu sendiri ketimbang mencabut nyawa sesorang, amatlah mudah membunuh orang tapi sangat susah utk mengobati penyakit orang lain..

Esensi dari Aikido

Diarsipkan di bawah: Artikel Aikido — LastSamurai @ 4:19 am
Tags:

First post in the midst of March….2009

Seneng juga ternyata ada juga yang mengunjungi website sederhana ini. Utk mengawali tulisan di 2009 yang inign saya ulas adalah teknik atau metode belajar dalam aikido.

Secara umum teknik atau metode pembelajaran di aikido berbeda dengan yang ada di beladiri lain, beladiri lain banyak melakukan conditioning dengan latihan berulang  tertentu.

Misal taekwondo yang banyak melatih kekuatan kaki dengan melakukan latihan conditioning melompat, melangkah dan menendang dengan berbagai variasinya…

Anehnya (dan ini membuat aikido tidak semenarik beladiri lain) di aikido conditioning dilakukan pada saat awal dan jauh dari pemanasan fisik. Aiki Taiso secara esensi merupakan teknik menmpatkan pikiran dan KI kita kembali ke center. Dulu O Sensei menyebut pemanasan ini sebagai misogi.

Dalam aikido tujuan pelatihan untuk menerangi budi pekerti atau akhlak kita dengan cahaya yang bersumber dari “Surga”, heavenly light. Soal otot dan serabut2nya urusan belakangan. So yang saya lihat Olahraga dalam aikido lebih ditekankan pada olah budi nya atau soul connection dalam bergerak. Penekanan pada etika dan pencerahan lebih ditekankan ketimbang waza, kata atau formnya. Aneh kan….

Dari pengalaman saya membaca dan berlatih, memang teknik di aikido lebih mudah aplikasinya jika digerakkan melalui jalan pikiran baru ketubuh ketimbang tubuh yang bergerak kemudian pikiran kita ikut bergerak juga….

Lantaran ini maka O Sensei menyebutkan kalau aikido sebagi Budo memiliki teknik yang terinspirasi oleh gerakan2 dewata (heavenly technique). Sering disebut2 oleh beliau mengenai teknik dari Kami-sama,

Jadi wajar jika teknik aikido bicara mengenai kekuatan di absolut world ketimbang  relativ world. Absolut world adalah kekuatan cahaya matahari, atau kekuatan yang menciptakan manusia menjadi lima jarinya, atau kepalanya tumbuh….disebut absolut karena walaupun angka itu ada 1 – 10, tapi kepala manusia tumbuhnya cuma 1, dan belum ditemukan ada manusia yang berkepala 2, nah hal ini yang disebut sebagai absolut world.

Sedangkan relatif world adalah tubuh manusia ada yang beratnya mulai 0 kg sampai 100 kg bahkan lebih, jadi hal ini ditentukan oleh manusianya sendiri, nah kekuatan macam ini bisa didapat dengan latihan tergantung kemauan manusia itu sendiri…

Esensi latihan aikido tadi, karena gerakannya merupakan gerakan mekanik natural fisiologi tubuh manusia, sehingga fuelnya atau bahan bakarnya yang mendrive gerakan tersebut harus berasal dari sesuatu yang alami juga supaya memperoleh kekuatan absolut itu…

Caranya mensimulasinya adalah dengan aiki taiso, misalnya unbendable arm dll…dari latihan aiki taiso itu menujukkan pikiran manusia itu tidak boleh terpaku pada suatu benda, pikiran manusia harus berada di tempat yang sebenarnya yaitu center tubuhnya sendiri…

Sedangkan kekuatan yang disebut2 adalah absolut strengh yaitu kekuatan KI, ki itu sendiri bukan kekuatan dalam artian bisa terbang atau menembus tembok dll…Ki itu sendiri kekuatan nature seperti kekuatan yang menumbuhkn rumput atau rambut manusia atau kekuatan paru2 kita memompa udara masuk dan keluar lubang hidung…nah kekuatan nature itu diwakili dengan kata2 KI yang digunakan sebagai fuel dalam gerakan aikido…

Prinipnya sama spt mobil, tubuh kita di-isi dengan KI, kemudian dibakar (makanya menimbulkan cahaya atau hikari) dalam reaktor tubuh kita, dengan adanya pertemuan izu-mizu menciptakan reaksi fire-water dalam tubuh kita hal ini yang menggerakkan kita mengikuti gerakan alamiah….

Setiap benda yang bergeser dari centernya atau titik tumpuannya pasti akan jatuh ke bawah, walaupun Om Newton coba menjelaskan dengan rumusnya, tapi dia ga bisa menjelaskan kenapa tubuh manusia itu berdiri tegak, tidak seperti kuda. Nah apa yang menegakkan tubuh manusia sehingga membedakannya dengan hewan atau tumbuhan yang ada, itulah yang disebut KI from divine…yang digunakan utk menggerakkan tubuh manusia itu

November 6, 2008

Transformational Leaders

Diarsipkan di bawah: Artikel Aikido — LastSamurai @ 3:13 am
Tags:

Judul di atas adalah salah satu topik yang diberikan pada kuliah S2 saya. Suatu hal yang amat berharga mendapatkan kuliah tersebut dan very inspirative. Hormat saya pada Pak Ancok dosen saya tersebut.

Saya beranggapan, transformational Leaders termasuk dalam kategori Revolutioner thinkers, yang selalu berpikir out of the box…Sokaku Takeda, Morihei Ueshiba, Bruce Lee, Soekarno, dan terakhir adalah Barack Obama merupakan jajaran orang yang termasuk di kategori tersebut.

Sejarahnya dimulai ketika klan Aizu yang merupakan pendukung salah satu Shogun, dimana ketika shogunnya mengalami kekalahan, anggota keluarga Tanomo Saigo tersebut harus melakukan seppuku atau bunuh diri agar tidak menanggung rasa malu…

Yang luar biasa adalah taktik yang dilaksanakan oleh Tanomo Saigo tsb, krn dialah satu2nya yang tidak commit suicide, padahal menurut adat orang Jepang dikala itu, tindakan itu merupakan suatu tindakan yang amat memalukan…

Pendapat saya adalah tindakan itu diambil karena T Saigo merupakan seorang yang visioner berpandangan jauh ke depan, taktik tsb dilakukan agar dia seorang saja yang menanggung kesalahan suatu Klan, shg klan dan generasi berikutnya terlepas dari tanggung jawab tadi dan rasa malu, dan berikutnya adalah pandanganya tentang berakhirnya era Shogunate yang berarti jaman klan dan kasta2 serta klan akan hilang dari Jepang…

Perkataan itu tadi terutama berdasarkan ucapannya kepada Sokaku Takeda yaitu ” Era pedang sudah padam sekarang timbul era baru”.

Sebagai penebusan kesalahannya dia memasuki biara kemudian menjadi pendeta bernama Chikanori/Chikatoku Hosina, dan kemudian mengangkat seorang anak bernama Shiro Saigo sbg penerus,

Ternyata Shiro Saigo sbg penerus menurut pandangan saya , tidak mampu bahkan tidak mau untuk meneruskan visi dan misi ayahnya, kemungkinan beranggapan bahwa visi ayahnya merupakan visi penuh dendam, kemudian ilmu yang diwariskan kemungkinan akan punah dan terutama kasusnya kala itu ada bandwagon efek yang mana orang2 dunia persilatan beraliran jujutsu mengikuti jigoro kano untuk mendirikan Judo. Hal mana yang dimaksudkan demi untuk menyelamatkan diri golongannya dan beladirinya.

Dan ternyata tidak salah bahwa C Hosina memilih Sokaku Takeda sbg penerus, krn selain the Last Samurai pada jamannya, beliau ini merupakan seorang jenius. Beladiri Oshikiuchi merupakan beladiri istana dikala itu yang mencerminkan budaya Jepang masa lampau yang disimbolkan oleh pedang samurai, nah the heart of Samurai inilah yang diwariskan ke S Takeda dalam bentuk seni beladiri yang kemudian bernama Daito Ryu Aiki Jujutsu.

Nah Jika pada masa itu S Takeda ikut bergabung dengan Jigoro Kano membentuk Judo, maka nasib perjalanan beladiri ini tidak akan menjadi seperti sekarang ini, bela diri ini mewakili senibeladiri Aiki, mungkin satu2nya di Jepang yang mengajarkan secara intensif tentang prinsip2 Aiki ini.

Luar biasanya lagi S. Takeda tidak memiliki dojo dan melatih dengan cara berjalan keliling Jepang sampai akhir hayatnya, hal ini salah satu cara agar selain beladirinya teruji, dan penyebarannya juga merata dan sporadis untuk menjaga dari kepunahan.

Beladiri ini cerminan suatu peninggalan dari masa lampau yang berhasil dilestarikan sampai kini…

Ueshiba Morihei, juga merupakan seorang visioner, krn mampu membaca jaman yaitu ketika beladiri bujutsu menjadi budo dan akhirnya menjadi bushin, artinya kebutuhan dari embel-embel membunuh beladiri ini ditransformasikan menjadi beladiri penyelamat.

Transformasi juga dilakukan seiring dengan terjunnya Jepang ke kancah peperangan, kemudian, kenapa beladiri menjadi so pacifist despite of keyakinan O’Sensei sebagai penganut omoto kyo. Beladiri aikido mengarah kepada pembentukan jadi diri ketimbang menjadi beladiri yang mematikan. Hal ini adalah suatu keberhasilan ketika pandangan umu kala itu adalah dengan membunuh orang lain merupakan solusi satu2nya untuk survive, atau surviving the game.

Bruce Lee juga mengajarkan agar seseorang tidak terpatok pada waza, kata atau jurus dan tidak mengukir beladirinya di suatu prasasti

 

Masing orang tersebut tampak pada ajarannya, Aiki no Jutsu, Takemusu Aiki, ataupun Jet Kun Do, yang menganggap Yang tetap itu adalah perubahan, jadi jika ingin maju terus jangan takut akan perubahan…

Kebanyakan ideologi dilukis dan dicetak ke atas suatu batu karang yang kokoh dan menjadi dogma dan tidak boleh diutak atik, saya pikir paham seperti inilah yang akan punah,

Seharusnya manusia selalu men-challange pemikirannya sendiri karena tidak ada kebenaran yang mutlak dalam diri manusia, dan hal ini merupakan prinsip umum sama seperti siang dan malam.

Sama seperti kutu loncat, jika dimasukkan ke dalam kotak yang kecil dia akan melompat seukuran kotak yang kecil tadi, hal ini disebabkan pola pikirnya yang sempit itu tadi.

Kebenaran mutlak atau The Absolute Truth itu hanya ada di tangan sang Khalik, pemilik kehidupan, the organizer, sang Maha Kuasa.

Oktober 24, 2008

Tahap2 mempelajari Aikido

Diarsipkan di bawah: Artikel Aikido — LastSamurai @ 2:43 am
Tags:

Kalau menulis berdasarkan kurikulum akan membutuhkan sebuah buku agar dapat dijelaskan semuanya secara menyeluruh.

Yang saya coba tuliskan disini merupakan prinsip2 yang mungkin dikenal secara umum, teori atau metode belajar Aikido. Menurut pendapat suatu perguruan Aikido di Sby pada websitenya, tahapan belajar aikido adalah sbb:

First, Grand Master taught his early students 4 (four) subjects:

  •  
    1. ki-shin-tai no toitsu (the unity of ki-mind-body) – Koichi Tohei
    2. ki no nagare – Kishomaru
    3. ki musubi  - Kishomaru
    4. (spontaneous) waza – Morihiro Saito


Later, to make the students understand his teachings easier, he taught several sets of waza which now known as:

Irimi nage, Kokyu nage, Shiho nage, etc.
(using old style and certain samurai style attacks)


Years after, he realized that:

  •  
    1. without AI (love), there will not be good AIKI nor Shin Budo, To attract with love
    2. without AIKI, there will not be real AIKI teachings Aiki Technics
    3. without the old time spontaneous waza, his teachings will not be true BUDO

Menurut pendapat saya pribadi, excerpt di atas merupakan kesimpulan pelatihnya sendiri, karena O Sensei sendiri berdasarkan buku karangan M Saito, menciptakan Aikido sesungguhnya berada di periode Iwama. Mungkin yang dimaksud dengan spontaneous waza adalah Takemusu Waza. Periode Iwama adalah periode terlama yang dijalani oleh O’Sensei dalam mengkompilasi aikido menjadi satu beladiri penuh.

Ki Shin Tai Toitsu justru muncul karena Tohei K, merasa hanya 30% teknik O’ Sensei yang efektif, karena ketika Tohei K, ke hawaii dan diadu dengan pegulat disana dia merasa ada sesuatu yang kurang.

Sedangkan Ki No Nagare atau Ki Musubi sndiri merupakan konsep dari Kisshomaru yang coba diterapkan untuk memudahkan mempelajari metode aikido, berhubung syllabus Aikido sendiri terlalu luas untuk dipelajari dan dikuasai dalam waktu singkat.

Yang paling dipertanyakan adalah pendapat yang menyatakan kalau O’Sensei baru menyadari untuk menarik (To attract) adalah dengan love… :D sepertinya perguruan ini baru dapat informasi tentang beladiri AikiJujutsu yang mulai muncul ke permukaan. Karena dalam beladiri AikiJujutsu tidak ada Ai atau love, beladiri ini diciptakan untuk membunuh, minimal membuat cacat lawannya, jadi jika filosofi ini didengung-dengungkan semakin menunjukkan minimnya informasi awal tentang sejarah Aikido.

Pernyataan ini akan sangat kontradiktif dengan pernyataan Y Sagawa tentang Aiki method seperti di bawah ini, hal ini yang menyadarkan saya, jika inti atau the essence of Aikido masih jauh dari apa yang pernah diajarkan kepada saya, terutama di Indonesia.

Aiki is the harmonization of ki.
The entire universe sustains itself perfectly through harmonization. This harmony is aiki.
[Aiki] creates harmony without producing negative feelings or conflict because the ki of aiki is natural.
The harmony created by aiki must be a fundamental part of the foundation of human society.
This is known as the Global Harmony of Aiki (Aiki no Daienwa).
One should use the principle of aiki to harmonize with and de-escalate those threatening violence, and in the case where an enemy has already initiated an attack, rely completely on the principle of aiki to blend with or redirect their attack, which in turn produces a state of harmony.
We must seriously study (shugyo) the kihon (basics) – as well as the taijutsu (jujutsu), tachi no jutsu (swordsmanship), sojutsu (spearmanship), and bojutsu (staff techniques) – as passed down within the methods of aiki through its founder, Prince Shinra Saburo Minamoto Yoshimitsu, then strive to reach the Way found in the martial art of aiki (aiki no budo), which is synonymous with the Way of human cultivation and development (ningen shuyo).

Oktober 20, 2008

DAFTAR LIST PERGURUAN AIKIDO DI INDONESIA

Diarsipkan di bawah: Artikel Aikido — LastSamurai @ 1:18 am
Tags:

DAFTAR LIST PERGURUAN AIKIDO DI INDONESIA BERDASARKAN AFFILIASI, (BUKAN ALIRAN)

  1. YIA, YAYASAN INDONESIA AIKIKAI, SALAH SATU PERGURUAN AIKIDO PALING AWAL BERDIRI DI INDONESIA, DI BAWAH PAYUNG KEPEMIMPINAN DEWAN GURU, SALAH SATUNYA JOESEF POETIRAY.
  2. KBAI, KELUARGA BELADIRI AIKIDO INDONESIA, DIPIMPIN OLEH SALAH SATU PENDIRINYA FERDIANSYAH
  3. RASA AIKIDO & SCIENTIFIC AIKIDO, DIPIMPIN OLEH CHIEF PRAWIRA
  4. INSTITUT AIKIDO INDONESIA, DIPIMPIN OLEH GANAMURTI
  5. TAKIOTOSHI NAGARE, DIPIMPIN OLEH MURY
  6. AIKIDO BALI, DIPIMPIN OLEH RAI WIBAWA

September 8, 2008

Apa yang dipelajari dalam Aikido ?

Diarsipkan di bawah: Artikel Aikido — LastSamurai @ 3:34 am
Tags:

Walaupun rata2 perkembangan Aikido di Indonesia belum mengarah kepada apa yang merupakan inti dari aikido yang diciptakan oleh founder atau O Sensei, tapi secara umum, Aikido mengusung disiplin mengenai resolusi konflik, baik internal maupun eksternal baik relasi vertikal maupun relasi horisontal, singkatnya Bela Diri Damai. Kata-kata bela diri sebenarnya tidak bisa menggantikan arti kata Budo, krn secara prinsip, kata bela diri terlalu sempit. Terutama jika dikonotasikan dengan paradigma beladiri yang ada di Indonesia.

Secara umum bela diri di indonesia menitik beratkan ke seni pertarungan, teknik2 melepaskan-melakukan pukulan/tendangan/kuncian/lipatan dan dilatih untuk aduan atau saling berantem bahkan diperlombakan…. :D Hasil yang diharapkan adalah kemampuan untuk mengalahkan lawan dalam tempo yang cepat.

Sebaliknya latihan di Aikido sama sekali tidak mencerminkan adanya suatu konflik ajang pertarungan bahkan lebih tepatnya mengutamakan kerja sama team work karena latihan berpasangan dan kelemahlembutan gerakan, tanpa didasari gerakan yang menyentak atau mendadak.  Istilah randori digunakan untuk perkelahian bebas atau jiyuwaza dalam rangka demonstrasi, latihan sesungguhnya lebih menitik beratkan pada olah rasa dan karsa (pikiran – will power).

Hal ini juga yang merupakan hambatan untuk berkembangnya Aikido, karena biasanya murid2 baru mengharapkan suatu ilmu “bela diri” yang combatant sifatnya dan dilatih untuk bersifat agresif…

Suatu hal yang akan mengejutkan mereka pemula karena jika Pelatihnya akan menunjukkan bahwa sifat agresif akan menyebabkan agresor tadi melukai dirinya sendiri.

September 4, 2008

Teknik Aiki untuk mencabut nyawa atau menyelamatkan nyawa ?

Diarsipkan di bawah: Artikel Aikido, Artikel Beladiri — LastSamurai @ 1:01 am
Tags: ,

Ketika itu di Hokaido malam sudah menjelang, di pinggir jendela sebuah penginapan di lantai atas, seorang ex-samurai yang di-hire sebagai bodyguard istana sedang mengasah pedang aliran onno ha itto ryu-nya. Kota itu sedang dicekam rasa takut akan kejadian yang akan berlangsung, sang bodyguard tadi yang ternyata di-hire oleh para jaksa dan pihak keamanan istana kota tersebut sebelumnya telah menyatakan ke pihak hotel akan membasmi sendirian para mafia dan bandit2 yang ada di kota itu agar menjadi contoh bagi penjahat2 lainnya. Cerita mulai beredar kalau akan terjadi perkelahian hebat di kota itu malam ini.

Bodyguard itu bernama Sokaku Takeda, Guru besar aliran Daito Ryu AikiJujutsu, aliran langka yang dimiliki orang2 Aizu Clan yang terkenal pemberani, tingginya hanya 150-an tapi memiliki sorot mata tajam, setajam pedang yang diasahnya dan memiliki tatapan dingin sedingin besi pedang yang sedang diasahnya pelan. Dengan menggunakan kain, pelan-pelan pedangnya diusap sampai ke ujung, agar nantinya jika digunakan akan dengan mudah menebas leher musuh2nya.

Sokaku Takeda tercatat hampir melakukan perkelahian berdarah ketika itu di Hokaido dengan geng setempat…pada hari sebelumnya dia sudah sempat terlibat perkelahian dengan anggota tersebut di tempat pemandian umum, dengan bersenjatakan handuk yang sudah dialiri teknik aiki, dia menghadapi penjahat2 itu sendirian. (Disadur bebas dari biografi Sokaku takeda)

Cerita lain di waktu yang berbeda…..

Di sebuah stasiun kereta api Jepang tiba2 naik seorang buruh yang habis pulang kerja dengan wajah merah karena mabuk sake dia mulai membuat onar dengan mendorong-dorong orang yang menghalangi jalannya. Ketika kereta mulai berjalan orang mabuk tadi mulai bernyanyi-nyanyi dan menantang orang2 yang menatap tajam ke arah dirinya karena terlalu ribut. Kebetulan di seberang gerbong kereta api tersebut ada orang asing dari Amerika yang juga ikut menatap tajam ke arah orang mabuk tadi. Terry Dobson nama orang itu mulai berpikir jika orang mabuk tadi mulai bertindak kasar pada penumpang lain, dia akan masuk ke gerbong sebelah untuk mengatasi orang itu. Dia yakin dengan hasil latihan Aikidonya bersama O Sensei dia sanggup mengatasi orang mabuk itu sambil bersiap-siap memasang Kamae. Tiba-tiba diujung kereta terdengar suara orang memanggil orang mabuk itu….Hai….apa kabar? seolah-olah teman lama dari orang mabuk tadi, kemudian orang tua tadi mengajak orang mabuk itu duduk di sebelahnya, tak lama kemudian orang mabuk itu mencurah kan perasaannya pada orang tua tadi, sambil menangis tersedu-sedu…menceritakan bagaimana dia ditinggal istri dan anaknya serta dia baru saja kehilangan pekerjaannya. (Disadur bebas dari buku Emotional Quotient).

note: kemudian hari saya baca kalau ternyata orang tua yang ikut naik kereta tadi adalah Koichi Tohei salah seorang guru dari Terry Dobson.

Agustus 15, 2008

Asal usul Aikido

Diarsipkan di bawah: Artikel Aikido — LastSamurai @ 4:09 am
Tags:

Pwhew, untung aja ada yang cross by website sederhana ini, kalau ga, saya gak bakalan tau kalau sampai hari ini asal usul beladiri aikido banyak yang tidak tahu.

Yak !!! memang saya akui kala latihan 10 tahun yang lalu even sensei di Jkt belum tahu asal beladiri aikido yang merupakan derivative dari bela diri yang namanya Daito Ryu Aikijujutsu ciptaan S. Takeda.

Aikido dilahirkan di periode Iwama, baik scr nama maupun teknik, nama “Aikido” diusulkan beberapa pengurus Aikido Hombu, salah satunya Hirai Minoru. Kelahiran beladiri Aikido ini memang berdiri sendiri dan ekslusif sifatnya. Artinya tidak merupakan pecahan/anak/cabang suatu beladiri karena secara filosofi, sudut, eksekusi dan metode teknik pelatihan berbeda dengan beladiri yang exist di Jepang kala itu.

Teknik2 aikido merupakan metaforfosis dari beladiri Daito Ryu AikiJujutsu, tapi secara eksekusi amat sangat berbeda dan bertolak belakang prinsipnya !!! Yang ngomong ini bukan saya tapi head instructor Iwama juku yaitu Morihiro Saito 9th Dan.

Jadi jika sekarang ada Sensei atau instruktur yang melakukan teknik, harapannya murid2 bisa membedakan mana yang aikido maupun aikijujutsu, kalau belum bisa silahkan tanya Sensei yang bersangkutan  :D , apakah tekniknya berasal dari Aikijujutsu atau Aikido.

O Sensei sendiri berguru secara langsung pertama kali ketika bertemu S Takeda di sebuah penginapan, kemudian memperdalam lagi ketika mengundang gurunya ke Ayabe, dan akhirnya mendapatkan license instructor. Tapi jangan anggap kalau O Sensei menguasai misteri Aiki seluruhnya, O Sensei memperoleh pencerahan sendiri tentang makna Aiki dan kemudian mengembangkan nya sesuai dengan spiritual enlightment yang di perolehnya.

Setelah periode itu otomatis seluruh hidupnya diabdikan ke beladiri aikijujutsu ini, bahkan terakhir mengajar di Osaka, di koran Asahi, sebagai instruktur Aikijujutsu.

Informasi di atas diperoleh dari buku referensi, karangan John Steven, Oscar Ratti, K., Aiki News Video, Ueshiba, Historian Aikido Journal, excerpt dari murid2 O Sensei : Tohei Sensei, Shirata R, Morihiro S, dll.

Bela diri Daito Ryu Aikijujutsu sendiri berasal dari beladiri Oshikiuchi dan Ono Ha Itto Ryu, beladiri Oshikiuchi sendiri berkembang menjadi beberapa aliran. Daito Ryu Jujutsu berkembang secara bebas menurut kreasi pendirinya yaitu S. Takeda, dan mencapai puncaknya ketika teknik ini menjadi Daito Ryu Aikijujutsu.

Sedangkan Oshikiuchi merupakan beladiri rahasia di kalangan Aizu Clan dan Takeda Clan. Praktisi senior dan jujutsu aliran ini sudah mengenal sejarah ini berikut simbol2 rahasia (Mon/Crest) dan prinsip2 yang terdapat di scroll tiap2 aliran :D

Sekedar informasi, dalam periode perang saudara di Jepang (SHOGUNATE), masing2 keluarga/marga memegang suatu keahlian tertentu dan dibagi berdasarkan divisi2 sesuai persenjataan dan teknik beladiri yang dikuasai. Masing keluarga memiliki satu simbol, yang mewakili beladiri dan teknik bertempurnya, masing2 Ryu-Ha di Jepang mewakili satu keluarga tertentu.

Untuk So Doshin (pendiri Shorinji Kempo) tercatat pernah belajar aikijujutsu aliran Hakko Ryu, sepertinya memiliki hubungan juga dengan O’Sensei, bahkan di video ketika O Sensei mengajar di Asahi newspaper, ada So Doshin yang hadir walaupun tidak ikut berlatih.

Dari data sejarah2 yang ada tidak menunjukkan adanya kaitan antara beladiri Daito Ryu dan beladiri dari Cina dan sebaliknya. Karena filosofi dan makna simbol2 yang terkandung di beladiri tersebut sangat ancient sifatnya dan dapat dilacak mundur hingga ke zaman Prince Yoshimitsu.

Halaman Berikutnya »

Blog pada WordPress.com.