AIKIDO di Internet

Mei 12, 2010

Aikido, Art of War or Art of peace

Filed under: Artikel Aikido — LastSamurai @ 3:11 am

Pagi ini saya baru menyadari kesalahan saya dalam mempelajari aikido. Mindset saya masih sama ketika kelas 3 SD belajar karate. Bahwa seni beladiri adalah seni untuk melawan atau digunakan utk berperang.

Ternyata apa yang saya pahami selama ini bertolak belakang dengan apa yang coba diajarkan O’Sensei kepada saya. Saya menemukan hambatan dalam latihan untuk naik ke tahap yang lebih tinggi mengenai pemahaman terhadap AIKI. Dengan mencoba berkontemplasi ke diri O’Sensei saya temukan jawabnya bahwa arti dari seni Aikido adalah seni untuk mencapai kedamaian.

Artinya yang paling penting adalah kedamaian dalam diri sendiri…

Dikatakan musuh yang terbesar bagi diri manusia adalah dirinya sendiri. Tidak dijelaskan bagaimana dan kenapa, tapi di Aikido saya menemukan bahwa untuk mencapai teknik Aiki yang sempurna harus dimulai dari suatu kedamaian dalam hati.

Tidak memiliki musuh adalah hal yang sulit dicapai krn setiap manusia memiliki ego, dengan tidak melawan diri sendiri melainkan berdamai di dalam hati akan memancarkan Ki sejati anda.

Tapi alangkah sulitnya melakukan perpindahan dari Art of War ke Art of Peace, karena sejak kecil kita mengasah diri kita dengan kemampuan untuk bersaing dan bertempur. Semangat tempur lebih diutamakan, akan tetapi yang menjadi tujuan sebenarnya adalah mencapai kedamaian itu tadi.

Oleh sebab itu kenapa periode Iwama sering disebut periode kelahiran aikido karena pada periode inilah suatu peristiwa dimana Jepang memasuki perang dunia kedua yang kemudian kalah perang hal ini mengakibatkan perubahan struktur sosial kemasyarakatannya. Di situ aikido lahir bukan sebagai suatu seni pembelaan diri melainkan seni yang menganjurkan jalan damai. Solusi yang mendamaikan bagi diri dan jiwa yang kalah perang.

Hampir sepanjang hidup saya, saya berusaha untuk struglle dan menjadi yang terbaik ternyata hal itu tidak membawa kedamaian melainkan membawa diri manusia pindah dari satu konflik ke konflik lainnya.

Istilah Harmoni dalam aikido adalah suatu solusi dimana harus menimbulkan keseimbangan sebagai solusi dan jalan keluar. Solusi ini memang tidak merupakan suatu yang ideal karena harmoni itu hanya fokus untuk menjaga keseimbangan sosial. Dana hidup di dunia ini memang tidak ada yang ideal melainkan terciptanya suatu hukum keseimbangan antar siklus hidup manusia saja.

Akan tetapi janganlah kita menciptakan suatu harmoni terhadap suatu lagu yang bernada sumbang, yang bertentangan dengan hukum2 kebaikan dan hukum alam. Karena jika suatu harmoni adalah sesuatu yang tidak selaras dengan hukum2 alam akan mengakibatkan ketidak seimbangan itu juga.

3 Komentar »

  1. Art of War dan Art of Peace, harus ada keduanya (yin yang) yg bisa menyatu kemudian melebur dan akhirnya Kosong………

    Komentar oleh Hendy — Oktober 22, 2010 @ 4:32 am | Balas

    • Nice try, pikiran spt itu kalau msh ngga mau melepaskan basic pengalaman yg lalu (msh terikat pd ms lalu), terutama pengalaman/pengetahuan ilmu beladiri sebelumnya atau yang sedang dipelajari.
      O’sensei pernah ditanya apakah dia belajar zen? Di memarahi klo aikido itu bukan zen, aikido bukan kosong.
      Art of peace adalah hasil, bkn prosesnya. Dan di aikido bukan hanya yin-yang saja ada satu proses lagi menuju satu bentuk…bukan kosong namanya takemusu aiki …saya belajar aikido aliran O’sensei bukan yg lain.
      Koichi Tohei mengajarkan meditasi dlm aikido tp itu bukan meditasi kosong.
      Btw antara yin-yang dan kekosongan adalah 2 filosofi yg berbeda.

      Komentar oleh LastSamurai — Oktober 24, 2010 @ 1:27 am | Balas

  2. Art of War dan Art of Peace

    Komentar oleh yuzaro — Februari 28, 2011 @ 2:13 am | Balas


RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Theme: Rubric. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.