AIKIDO di Internet

September 8, 2008

Apa yang dipelajari dalam Aikido ?

Diarsipkan di bawah: Artikel Aikido — LastSamurai @ 3:34 am
Tags:

Walaupun rata2 perkembangan Aikido di Indonesia belum mengarah kepada apa yang merupakan inti dari aikido yang diciptakan oleh founder atau O Sensei, tapi secara umum, Aikido mengusung disiplin mengenai resolusi konflik, baik internal maupun eksternal baik relasi vertikal maupun relasi horisontal, singkatnya Bela Diri Damai. Kata-kata bela diri sebenarnya tidak bisa menggantikan arti kata Budo, krn secara prinsip, kata bela diri terlalu sempit. Terutama jika dikonotasikan dengan paradigma beladiri yang ada di Indonesia.

Secara umum bela diri di indonesia menitik beratkan ke seni pertarungan, teknik2 melepaskan-melakukan pukulan/tendangan/kuncian/lipatan dan dilatih untuk aduan atau saling berantem bahkan diperlombakan…. :D Hasil yang diharapkan adalah kemampuan untuk mengalahkan lawan dalam tempo yang cepat.

Sebaliknya latihan di Aikido sama sekali tidak mencerminkan adanya suatu konflik ajang pertarungan bahkan lebih tepatnya mengutamakan kerja sama team work karena latihan berpasangan dan kelemahlembutan gerakan, tanpa didasari gerakan yang menyentak atau mendadak.  Istilah randori digunakan untuk perkelahian bebas atau jiyuwaza dalam rangka demonstrasi, latihan sesungguhnya lebih menitik beratkan pada olah rasa dan karsa (pikiran – will power).

Hal ini juga yang merupakan hambatan untuk berkembangnya Aikido, karena biasanya murid2 baru mengharapkan suatu ilmu “bela diri” yang combatant sifatnya dan dilatih untuk bersifat agresif…

Suatu hal yang akan mengejutkan mereka pemula karena jika Pelatihnya akan menunjukkan bahwa sifat agresif akan menyebabkan agresor tadi melukai dirinya sendiri.

September 4, 2008

Teknik Aiki untuk mencabut nyawa atau menyelamatkan nyawa ?

Diarsipkan di bawah: Artikel Aikido, Artikel Beladiri — LastSamurai @ 1:01 am
Tags: ,

Ketika itu di Hokaido malam sudah menjelang, di pinggir jendela sebuah penginapan di lantai atas, seorang ex-samurai yang di-hire sebagai bodyguard istana sedang mengasah pedang aliran onno ha itto ryu-nya. Kota itu sedang dicekam rasa takut akan kejadian yang akan berlangsung, sang bodyguard tadi yang ternyata di-hire oleh para jaksa dan pihak keamanan istana kota tersebut sebelumnya telah menyatakan ke pihak hotel akan membasmi sendirian para mafia dan bandit2 yang ada di kota itu agar menjadi contoh bagi penjahat2 lainnya. Cerita mulai beredar kalau akan terjadi perkelahian hebat di kota itu malam ini.

Bodyguard itu bernama Sokaku Takeda, Guru besar aliran Daito Ryu AikiJujutsu, aliran langka yang dimiliki orang2 Aizu Clan yang terkenal pemberani, tingginya hanya 150-an tapi memiliki sorot mata tajam, setajam pedang yang diasahnya dan memiliki tatapan dingin sedingin besi pedang yang sedang diasahnya pelan. Dengan menggunakan kain, pelan-pelan pedangnya diusap sampai ke ujung, agar nantinya jika digunakan akan dengan mudah menebas leher musuh2nya.

Sokaku Takeda tercatat hampir melakukan perkelahian berdarah ketika itu di Hokaido dengan geng setempat…pada hari sebelumnya dia sudah sempat terlibat perkelahian dengan anggota tersebut di tempat pemandian umum, dengan bersenjatakan handuk yang sudah dialiri teknik aiki, dia menghadapi penjahat2 itu sendirian. (Disadur bebas dari biografi Sokaku takeda)

Cerita lain di waktu yang berbeda…..

Di sebuah stasiun kereta api Jepang tiba2 naik seorang buruh yang habis pulang kerja dengan wajah merah karena mabuk sake dia mulai membuat onar dengan mendorong-dorong orang yang menghalangi jalannya. Ketika kereta mulai berjalan orang mabuk tadi mulai bernyanyi-nyanyi dan menantang orang2 yang menatap tajam ke arah dirinya karena terlalu ribut. Kebetulan di seberang gerbong kereta api tersebut ada orang asing dari Amerika yang juga ikut menatap tajam ke arah orang mabuk tadi. Terry Dobson nama orang itu mulai berpikir jika orang mabuk tadi mulai bertindak kasar pada penumpang lain, dia akan masuk ke gerbong sebelah untuk mengatasi orang itu. Dia yakin dengan hasil latihan Aikidonya bersama O Sensei dia sanggup mengatasi orang mabuk itu sambil bersiap-siap memasang Kamae. Tiba-tiba diujung kereta terdengar suara orang memanggil orang mabuk itu….Hai….apa kabar? seolah-olah teman lama dari orang mabuk tadi, kemudian orang tua tadi mengajak orang mabuk itu duduk di sebelahnya, tak lama kemudian orang mabuk itu mencurah kan perasaannya pada orang tua tadi, sambil menangis tersedu-sedu…menceritakan bagaimana dia ditinggal istri dan anaknya serta dia baru saja kehilangan pekerjaannya. (Disadur bebas dari buku Emotional Quotient).

note: kemudian hari saya baca kalau ternyata orang tua yang ikut naik kereta tadi adalah Koichi Tohei salah seorang guru dari Terry Dobson.

Blog pada WordPress.com.